Senin, 30 April 2018

CONTENT DELIVERY/DISTRIBUTED NETWORK


Nama : I Putu Hendra Geovaldo
NIM : 1504505110                                                                                               
Network Centric Principles (TIJ036308)                                   
I Putu Agus Eka Pratama, ST. MT.


CDN (Content Delivery Network atau Content Distribution Network) adalah, pada dasarnya, merupakan kumpulan jaringan server (node) yang saling terhubung yang disimpan di seluruh dunia.

CDN memberikan suatu perbedaan dalam pemberian suatu permintaan sebuah content ke pengguna dengan web atau hosting konvensional. Web atau Hosting Konvensional merupakan suatu suatu layanan yang diberikan ke pengguna secara terpusat  yang artinya semua permintaan dari pengguna akan langsung di kirim ke sebuah server/computer pusat sedangkan web atau hosting dengan menggunakan CDN akan memberikan suatu permintaan dari pengguna secara lebih efisien dikarenakan dengan CDN web atau hosting akan bersifat terdistribusi yang artinya terdapat sebuat server/computer yang tersebar diseluruh wilayah di berbagai dunia, sehingga permintaan dari pengguna akan lebih efisien karena akan dikirimkan ke server,computer terdekat.

CDN umumnya berbasis cloud computing, dikarenakan kehandalan dari sistem cloud dapat menunjang berjalannya CDN. CDN mempunyai juga keunggulan dalam kecepatan akses, ketika pengguna di Amerika Serikat maka server konten yang mengelola permintaan adalah server Amerika, begitu pula dengan pengguna di Indonesia maka server terdekatlah yang akan mengelola permintaan apakah itu di Indonesia maupun di negara lain kawasan asia tenggara. Lokasi geografis yang dekat mengakibatkan cepatnya pertukaran informasi yang terjadi.

Cara KerjaCDN :

Hasil gambar untuk CDN

Sebuah server CDN (CDN Node) ditempatkan di beberapa lokasi dengan beberapa backbone. Server CDN melakukan “mirorring” dari server utama di negara pusat, jika ada perubahan content maka CDN lokal akan mulai “meng-casting” atau menangkap dan memperbarui di server CDN lokal.

Untuk meminimalkan jarak antara pengunjung dan server website anda, CDN menyimpan isi website versi cache di beberapa lokasi geografis atau point of presence (PoP). Setiap PoP berisi sejumlah server caching yang berperan sebagai pengiriman konten sesuai dengan lokasi pengunjung terdekat.


NAMED CENTRIC NETWORK/ NAMED DATA NETWORK

Nama : I Putu Hendra Geovaldo
NIM : 1504505110                                                                                               
Network Centric Principles (TIJ036308)                                   
I Putu Agus Eka Pratama, ST. MT.


Named Centric Network/Named Data Network (NCN/NDN) adalah suatu jaringan berbasis konten, jaringan berorientasi data, atau jaringan informasi-sentris yang merupakan suatu arsitektur masa depan yang terinspirasi oleh penelitian empiris bertahun-tahun ke dalam penggunaan jaringan dan kesadaran yang bertumbuh masalah yang belum terpecahkan dalam arsitektur internet kontemporer seperti IP.


Pentingnya suatu Named Centric Network (NCN) atau Named Data Network (NDN) dalam sebuah penamaan atau DNS sangat berguna dalam memperhatikan adanya manajemen DNS yang baik untuk penamaan, dengan NCN/NDN ini suatu penamaan tersimpan dalam berbasis cloud sehingga penamaan tersebut tersebar di dalam suatu jaringan internet dan dari segi pengguna, pengguna tidak perlu tahu DNS mana yang menerjemahkan dari IP public ke host ataupun sebaliknya.

Named Centric Network/Named Data Network bersifat scalable, dan dapat melakukan cache otomatis yang dapat menghemat bandwidth jaringan, serta fast forwarding. spesifiknya adalah Named Centric Network/Named Data Network mengubah komunikasi jaringan dalam pengiriman paket untuk ditransmisikan ke alamat pengguna dengan mengidentifikasi terhadap nama yang diberikan.

NCP DAN ICN

Nama : I Putu Hendra Geovaldo
NIM : 1504505110                                                                                               
Network Centric Principles (TIJ036308)                                   
I Putu Agus Eka Pratama, ST. MT.

Information Centric Network adalah paradigma baru yang menjadikan informasi sebagai pusat dari pengembangan infrastruktur. Information Centric Network dijadikan peralihan dari arsitektur berbasis host menjadi berbasis “named information”. Inti dari ICN adalah pemisahan data atau informasi secara independen berdasarkan lokasi, aplikasi, dan storage. hasil yang diperoleh adalah skalabilitas yang lebih baik dan keamanan data juga lebih terjaga dikarenakan tidak ada ketergantungan pada salah satu host.

ICN adalah sistem yang menjadikan jaringan berorientasikan kepada informasi yang disediaka untuk pengguna yang ebih handal, lebih efisien

Implementasi ICN memerlukan hal-hal tersebut agar dapat berjalan, yang pertama adalah memastikan agar semua node dapat terhubung, mengingat ICN merupakan sistem terdesentralisasi. Kedua adalah penentuan topologi jaringan. Ketiga adalah penyedia layanan dan konten yang terpercaya dan yang terakhir adalah penamaaan pada DNS yang baik.

Syarat ICN :

1. Pastikan semua node dalam network memiliki keamanan dan otentikasi (server, client, node)

2. Penyedian layanan dan okonten terpercaya
3. Topologi jaringan
4. Penamaan yang baik atau DNS

SOFTWARE DEFINE NETWORK

Nama : I Putu Hendra Geovaldo
NIM : 1504505110                                                                                               
Network Centric Principles (TIJ036308)                                   
I Putu Agus Eka Pratama, ST. MT.

Software Defined Network (SDN) adalah istilah yang merujuk pada konsep/paradigma baru dalam mendisain, mengelola dan mengimplementasikan jaringan, terutama untuk mendukung kebutuhan dan inovasi di bidang ini yg semakin lama semakin kompleks. Konsep dasar SDN adalah dengan melakukan pemisahan eksplisit antara control dan forwarding plane, serta kemudian melakukan abstraksi sistem dan meng-isolasi kompleksitas yg ada pada komponen atau sub-sistem dengan mendefinisikan antar-muka (interface) yg standard.
Beberapa aspek penting dari SDN adalah :
  1. Adanya pemisahan secara fisik/eksplisit antara forwarding/data-plane dan control-plane
  2. Antarmuka standard (vendor-agnosic) untuk memprogram perangkat jaringan
  3. Control-plane yang terpusat (secara logika) atau adanya sistem operasi jaringan yang mampu membentuk peta logika (logical map) dari seluruh jaringan dan kemudian memrepresentasikannya melalui (sejenis) API (Application Programming Interface)
  4. Virtualisasi dimana beberapa sistem operasi jaringan dapat mengkontrol bagian-bagian (slices atau substrates) dari perangkat yang sama.


Manfaat SDNSeperti yang sudah dijelaskan, dengan adanya pemusatan controller, maka pemrograman jaringan dapat diotomatisasi dan dapat dirubah secara dinamis sesuai kebutuhan, disamping itu teknologi SDN juga dapat melakukan :
  • Pengurangan terhadap CapEx dan OpEx
  • Menyediakan fleksibelitas jaringan
  • Menghilangkan ketergantungan akan vendor tertentu seta
  • Memungkin bagi sebuah organisasi untuk meciptakan jenis aplikasi jaringan baru(inovasi).

Arsitektur SDN



Terdapat 2 macam arsitektur SDN, diantaranya : ForCES (Forwarding Control Element Separation) dan OpenFlow. Baik ForCES dan OpenFlow merupakan prinsip dasar SDN yang mengatur pemisahan antara control plane dan data plane, dan keduanya menstandarisasi pertukaran informasi diantara control dan data plane.
ForCES: Pada ForCES ada 2 entitas logic yang mengimplementasikan protokol ForCES untuk berkomunikasi, yaitu Forwarding Element (FE) dan Control Element (CE). FE bertanggung jawab dalam memberikan penanganan per paket menggunakan hardware utama. Sedangkan CE bertanggung jawab untuk mengeksekusi fungsi kontrol dan signaling serta memanfaatkan protokol ForCES untuk memerintahkan FE dalam meng-handle paket. Protokol ini bekerja berdasarkan model master-slave, dimana FE berperan sebagai slave (yang diperintahkan) dan CE sebagai master (yang memerintahkan). Blok terpenting dari suatu arsitektur ForCES adalah LFB (Logical Function Block) yaitu sebuah blok fungsional yang berada pada FE dan dikontrol oleh CE melalui protokol ForCES. LFB memungkinkan CE untuk mengontrol konfigurasi yang dibangun oleh FE dan bagaimana FE memproses paket-paket.
OpenFlow: Seperti ForCES, OpenFlow juga menstandarisasi pertukaran informasi antara control dan data plane. Di dalam arsitektur OpenFlow, Forwarding device atau yang lebih sering disebut OpenFlow Switch terdiri dari satu atau lebih flow table dan sebuah layer abstrak yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sebuah controller melalui protokol OpenFlow. Flow table berisi flow entries, dimana masing-masing flow entries ini menentukan bagaimana paket-paket diubah menjadi suatu aliran (flow) yang akan diproses dan kemudian diteruskan. Flow entries terdiri dari :

NOS dan Cloud Computing

  Nama : I Putu Hendra Geovaldo NIM : 1504505110 Network Operating System (TIJ034302) I Putu Agus Eka Pratama, ST. MT.   Definisi Cloud Comp...